Jumat, 09 Desember 2011

Mengapa si Kecil Suka Menjambak?

MENARIK rambut orang lain alias menjambak jelas bukan cara yangtepat bagi anak untuk berkomunikasi dan mendapatkan perhatian. Kiat berikut dapat menghentikan anak dari kebiasaan buruk tersebut.
Ada saja cara anak balita untuk menarik perhatian orang lain. Baikmelalui cara yang positif ataupun negatif. Menarik-narik rambut orang lain (menjambak), misalnya merupakan salah satu cara anak untuk menarik perhatian dan mengekspresikan dirinya. Melalui cara ini,anak juga mencoba untuk melakukan kontrol terhadap lingkungan sekitar.
Mark W. Roberts, profesor psikologi klinis di Idaho State University, Amerika Serikat mengatakan ada tiga alasan utama untuk perilaku ini. Untuk balita muda (usia 12 hingga 18 bulan), penjelasan yang paling mungkin adalah salah satu yang paling sederhana yaitu dia telah menemukan cara untuk mendapatkan reaksi, dan mereka ingin merengkuhnya kembali.
“Ini seperti menekan tombol lampu, atau memukul salah satu mainannya dimana sesuatu akan muncul,” terangnya seperti dikutip babycenter.com . “Mereka menjambak dan kakaknya pun menjerit.Ini (buat dia) menyenangkan,” lanjut Roberts.
Alasan lain anak melakukan ini, kata dia, adalah untuk membuat suatu hal-hal buruk menyingkir.
“Misalnya, seseorang sedang merangkak untuk mengambil mainan dia, dia biasanya langsung mendekat dan menarik rambutnya. Dan ia pun tak akan mengambil mainan tersebut,” terang Roberts.
Sementara itu, untuk balita yang lebih tua (umur 2 sampai 3 tahun), umumnya dia sedang mengembangkan keterampilan kognitif untuk mencari-cari alasandan mungkin dengan menarik rambut dia mencoba untuk mengendalikan sebuah situasi. Roberts memberikan contoh seorang kakak yang tengah memegang potongan kue terakhir.Sang adik menjambak rambut kakaknya itu untuk mendapatkankuenya sehingga membuat sang kakak menangis.
“Ini terjadi bisa dalam dua tahap,”kata Roberts.
Pertama, Anda mungkin terlibat didalamnya sehingga kakaknya membagi kue. Lebih penting lagi adalah kemungkinan sang kakak akan berpikir dua kali sebelum membawa potongan kue terakhir dalam waktuwaktu berikutnya.
Lalu, bagaimana untuk mengatasi kebiasaan buruk ini? Pertama, Anda harus menunjukkan bahwa perilaku tersebut sia-sia. Salah satu kunci untuk mengatasi kebiasaan yang tidak pantas dilakukan oleh anak Anda adalah memperlihatkan secara meyakinkan bahwa perilaku tersebut tidak berpengaruh.
Jika Anda mengabaikan keinginannya saat dia menarik-narik rambut Anda, itu bagus. Karena dia akan belajar ke depannya bahwa dengan melancarkan kebiasaan buruknya itu tidak selalu akan mendapatkanapa yang dia inginkan.
Cara selanjutnya adalah dengan menekan perilaku tersebut. Bagi anak-anak berusia dibawah dua tahun, tidak ada bukti yang signifikan untuk mengatasi hal ini adalah dengan memberi hukuman. Jadi, kiat terbaik adalah dengan memberinya teguran secara konsisten.
Tarik lembut tangannya saat menjambak dan ucapkan, “Tidak, tidak boleh menarik rambut. Menarik rambut bikin sakit”. Jika anak Anda telah berusia dua tahun atau lebih, biarkan dia tahubahwa dengan menjambak keinginannya tidak akan ditanggapi, dan dengan segera menerapkan apa yang Roberts sebut “hukuman kursi”.
Tetap di samping si kecil namun jangan berbicara dengannya, ataumengajaknya main keluar yang harus berlangsung selama satu menit. Ketika hukuman tersebut selesai, bicarakan situasi ini bersama. Seorang balita harus belajar dengan cara yang keras, dengan melakukan sesuatu yang berulang-ulang dan pembelajaran yang selalu membuat dia masuk ke dalam sebuah masalah.
Tugas Anda adalah konsisten dan jangan merasa frustrasi dengan terus mengulang peringatan yangsama dari hari ke hari. Ketika anak sudah lancar bicara, Anda dapat membantu model pemecahan masalah dengan berbicara secara langsung ketika dia masih mengulang kebiasaan tersebut.
Terakhir, jangan membalas perilaku anak. Jangan sampai Anda memutuskan untuk menarik rambutnya untuk mengajari bagaimana rasanya dijambak. Ini strategi kuno yang akan menjadi bumerang karena model perilaku seperti ini yang ingin Anda hentikan dari dia.
Balita Anda menarik rambut karena dia berusaha untuk mengubah sesuatu, misalnya untuk menghentikan adiknya mengambil mainannya. Jika Anda melakukan hal yang sama - menjambak untuk menghentikan dia dari kebiasaan menarik rambut – itu berarti Anda mengajari dia kalau menarik rambut adalah cara untuk mengubah perilaku seseorang.
Gagasan agar anak merasakan sakit untuk tidak menyebabkan rasa sakit kepada orang lain juga sama salah arahnya. Pada dasarnya karena balita belum memiliki keterampilan empati, sebuah kemampuan untuk membuat sebuah hubungan dengan sesama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar