Jumat, 21 Oktober 2011

7 Rumus Pilih Progam Televisi untuk Buah Hati

BINGUNG memilih tayangan televisi yang tepat untuk si kecil? Beberapa rumus ini dapatmembantu Anda dalam menangani permasalahan tersebut.
Meskipun program televisi yang ada saat ini sangat beragam dan banyak yang dikhususkan untuk anak-anak, sebaiknya jangan sepenuhnya memercayaihal tersebut. Sebagai orangtua,Anda pun perlu tetap waspada dalam memilih tayangan yang dapat dinikmati buah hati. Pasalnya, ancaman kekerasan dan pornografi kerap mengintai di sela-sela program acara jika Anda tidak cermat menyimaknya.
Untuk meminimalisir hal tersebut,memberikan pendampingan terhadap buah hati ketika mereka menonton televisi menjadi kuncinya. Selain itu, beberapa hal mendasar pun perlu dilakukan para orangtua. Psikolog anak Vera Itabiliana dalam acara “Coaching Clinic” dengan tema “Memanfaatkan Program TV Untuk Kegiatan Home Schooling” di The Metropolitan Theater of KidZania, Pacific Place Mall, Jakarta, memberikan beberapa rumus bagi orangtua agar dapat menjadikan televisi sebagai sahabat anak.
Tujuh rumus tersebut di antaranya, penempatan televisi.Pada poin ini orangtua diharapkan tidak memberikan televisi di kamar anak, tetapi di ruang keluarga agar Anda bisa memantau apa yang ditonton mereka. Kedua, batasi waktunya. Sebagai orangtua, jangan membiarkan anak terlalulama menonton televisi agar tidak menimbulkan efek negatif baik pada pertumbuhan buah hati, serta konsentrasi belajarnya. Ketiga, dampingi anak. Sesibuk apapun Anda, sebaiknya dampingi selalu buah hati saat menonton televisi sehingga ketika mereka bertanya tentang program yangditayangkan, Anda dapat langsung menjelaskan.
Keempat seleksi memilih programacara. Penyeleksian acara sangat penting karena memengaruhi tumbuh kembang serta perilaku mereka ke depan.Kelima, seleksi perannya sehingga anak-anak memiliki pengetahuan yang kaya dan tidak monoton. Keenam, berikan alternatif kegiatan lain. Jika menonton televisi dilakukan terus-menerus bukan tidak mungkin anak akan merasa jenuh. Anda dapat menyiasatinya dengan bermain bola atau puzzle . Ketujuh, beri contoh. Sebagai orangtua Anda perlu memberikan contoh yang baik. Misalnya, ketika pulang kerja jangan langsung duduk disofa dan menyetel televisi. Anak-anak akan mengamati kebiasaan tersebut dan bukan tidak mungkin pada akhirnya akan meniru kebiasaan Anda.

Sudah Punya Cucu, Masih Mau Jalani KB

PELAYANAN KB yang dilaksanakan di Tanjung Batu, Belitung, menggunakan KRI dr. Soeharso 99 oleh BKKBN dan TNImenarik minat masyarakat Belitung. Terbukti, dua orang nenek melakukannya.
Terlihat antusiasme masyarakatyang mendatangi dermaga Tanjung Batu meski jarak dari rumah mereka sangat jauh. Seperti halnya dua orang peserta KB dari Tanjung Pandan, Yulia (45) dan Siti Mariani (39). Keduanya mengaku sudah mendapatkan izin dari suami untuk melakukan MOW atau tubektomi.
Jarak antara Tanjung Pandan menuju Tanjung Batu menempuhperjalanan sekira 45 menit menggunakan kendaraan roda empat. Sulitnya transportasi ini merupakan salah satu kendala yang dialami peserta.
Beruntung, pihak BKKBN melakukan sistem ”jemput bola”. Para peserta KB dijemput dari daerahnya masing–masing menggunakan kendaraan ambulan.
Yulia, warga Tanjung Pandan dijemput menggunakan ambulanbersama Siti, keduanya merupakan tetangga yang barukali ini melakukan WOM. Ketika ditanya mengapa baru melakukan tubektomi, Yulia yangmerupakan nenek satu cucu ini mengatakan, selama ini suaminya tidak mengizinkannya melakukan KB karena takut.
”Saya baru dapat izin dari suami untuk KB, itupun setelah saya melahirkan bayi kembar. Dia sudah tidak mau punya anak lagi,” ujar ibu beranak enam ini, saat menunggu operasi tubektomi.
Lain halnya dengan Siti, ibu beranak lima ini baru berminat ikut KB hanya karena ajakan temannya, Yulia. Dia mengaku selama ini enggan ber-KB karena memang sang suami tidak menyuruhnya.
Pantauan okezone di lokasi terlihat para ibu menunggu di selasar atau lorong dek kapal. Usia 10 peserta WOM berkisar 39-45 tahun, dengan jumlah anak rata-rata 3-6 anak.

Sudah Punya Cucu, Masih Mau Jalani KB

PELAYANAN KB yang dilaksanakan di Tanjung Batu, Belitung, menggunakan KRI dr. Soeharso 99 oleh BKKBN dan TNImenarik minat masyarakat Belitung. Terbukti, dua orang nenek melakukannya.
Terlihat antusiasme masyarakatyang mendatangi dermaga Tanjung Batu meski jarak dari rumah mereka sangat jauh. Seperti halnya dua orang peserta KB dari Tanjung Pandan, Yulia (45) dan Siti Mariani (39). Keduanya mengaku sudah mendapatkan izin dari suami untuk melakukan MOW atau tubektomi.
Jarak antara Tanjung Pandan menuju Tanjung Batu menempuhperjalanan sekira 45 menit menggunakan kendaraan roda empat. Sulitnya transportasi ini merupakan salah satu kendala yang dialami peserta.
Beruntung, pihak BKKBN melakukan sistem ”jemput bola”. Para peserta KB dijemput dari daerahnya masing–masing menggunakan kendaraan ambulan.
Yulia, warga Tanjung Pandan dijemput menggunakan ambulanbersama Siti, keduanya merupakan tetangga yang barukali ini melakukan WOM. Ketika ditanya mengapa baru melakukan tubektomi, Yulia yangmerupakan nenek satu cucu ini mengatakan, selama ini suaminya tidak mengizinkannya melakukan KB karena takut.
”Saya baru dapat izin dari suami untuk KB, itupun setelah saya melahirkan bayi kembar. Dia sudah tidak mau punya anak lagi,” ujar ibu beranak enam ini, saat menunggu operasi tubektomi.
Lain halnya dengan Siti, ibu beranak lima ini baru berminat ikut KB hanya karena ajakan temannya, Yulia. Dia mengaku selama ini enggan ber-KB karena memang sang suami tidak menyuruhnya.
Pantauan okezone di lokasi terlihat para ibu menunggu di selasar atau lorong dek kapal. Usia 10 peserta WOM berkisar 39-45 tahun, dengan jumlah anak rata-rata 3-6 anak.

Sudah Punya Cucu, Masih Mau Jalani KB

PELAYANAN KB yang dilaksanakan di Tanjung Batu, Belitung, menggunakan KRI dr. Soeharso 99 oleh BKKBN dan TNImenarik minat masyarakat Belitung. Terbukti, dua orang nenek melakukannya.
Terlihat antusiasme masyarakatyang mendatangi dermaga Tanjung Batu meski jarak dari rumah mereka sangat jauh. Seperti halnya dua orang peserta KB dari Tanjung Pandan, Yulia (45) dan Siti Mariani (39). Keduanya mengaku sudah mendapatkan izin dari suami untuk melakukan MOW atau tubektomi.
Jarak antara Tanjung Pandan menuju Tanjung Batu menempuhperjalanan sekira 45 menit menggunakan kendaraan roda empat. Sulitnya transportasi ini merupakan salah satu kendala yang dialami peserta.
Beruntung, pihak BKKBN melakukan sistem ”jemput bola”. Para peserta KB dijemput dari daerahnya masing–masing menggunakan kendaraan ambulan.
Yulia, warga Tanjung Pandan dijemput menggunakan ambulanbersama Siti, keduanya merupakan tetangga yang barukali ini melakukan WOM. Ketika ditanya mengapa baru melakukan tubektomi, Yulia yangmerupakan nenek satu cucu ini mengatakan, selama ini suaminya tidak mengizinkannya melakukan KB karena takut.
”Saya baru dapat izin dari suami untuk KB, itupun setelah saya melahirkan bayi kembar. Dia sudah tidak mau punya anak lagi,” ujar ibu beranak enam ini, saat menunggu operasi tubektomi.
Lain halnya dengan Siti, ibu beranak lima ini baru berminat ikut KB hanya karena ajakan temannya, Yulia. Dia mengaku selama ini enggan ber-KB karena memang sang suami tidak menyuruhnya.
Pantauan okezone di lokasi terlihat para ibu menunggu di selasar atau lorong dek kapal. Usia 10 peserta WOM berkisar 39-45 tahun, dengan jumlah anak rata-rata 3-6 anak.

Sudah Punya Cucu, Masih Mau Jalani KB

PELAYANAN KB yang dilaksanakan di Tanjung Batu, Belitung, menggunakan KRI dr. Soeharso 99 oleh BKKBN dan TNImenarik minat masyarakat Belitung. Terbukti, dua orang nenek melakukannya.
Terlihat antusiasme masyarakatyang mendatangi dermaga Tanjung Batu meski jarak dari rumah mereka sangat jauh. Seperti halnya dua orang peserta KB dari Tanjung Pandan, Yulia (45) dan Siti Mariani (39). Keduanya mengaku sudah mendapatkan izin dari suami untuk melakukan MOW atau tubektomi.
Jarak antara Tanjung Pandan menuju Tanjung Batu menempuhperjalanan sekira 45 menit menggunakan kendaraan roda empat. Sulitnya transportasi ini merupakan salah satu kendala yang dialami peserta.
Beruntung, pihak BKKBN melakukan sistem ”jemput bola”. Para peserta KB dijemput dari daerahnya masing–masing menggunakan kendaraan ambulan.
Yulia, warga Tanjung Pandan dijemput menggunakan ambulanbersama Siti, keduanya merupakan tetangga yang barukali ini melakukan WOM. Ketika ditanya mengapa baru melakukan tubektomi, Yulia yangmerupakan nenek satu cucu ini mengatakan, selama ini suaminya tidak mengizinkannya melakukan KB karena takut.
”Saya baru dapat izin dari suami untuk KB, itupun setelah saya melahirkan bayi kembar. Dia sudah tidak mau punya anak lagi,” ujar ibu beranak enam ini, saat menunggu operasi tubektomi.
Lain halnya dengan Siti, ibu beranak lima ini baru berminat ikut KB hanya karena ajakan temannya, Yulia. Dia mengaku selama ini enggan ber-KB karena memang sang suami tidak menyuruhnya.
Pantauan okezone di lokasi terlihat para ibu menunggu di selasar atau lorong dek kapal. Usia 10 peserta WOM berkisar 39-45 tahun, dengan jumlah anak rata-rata 3-6 anak.

Agar Kakak Sayang Adik

Meredam api cemburu kakak pada adik butuh kesabaran ekstra. Bila Moms tidak tepat menangani, kecemburuan bisa jadi makin menjadi.
Simak beberapa tip menumbuhkan rasa cinta kakak kepada adiknya, seperti dijelaskan Jovita Maria Ferliana,M.Psi dari Rumah Sakit Royal Taruma beriku ini:
1. Jangan pernah meninggalkan kakak dan adik tanpa pengawasan. Karena mungkin kakak tidak bermaksud jahat atau menyakiti adiknya. Bisa jadi sang kakak meniru, misalnya kakak sedang melihat Tom dan Jerry saling memukul dan sebagainya, lalu kakak melakukannya kepada si adik. Dan kakak masih belum tahu seberapa besar batas kekerasan terhadap si adik yang masih kecil. Sehingga, kakak belum tahu apakah tindakan tersebut berbahaya ataupun tidak terhadap adiknya.
2. Tidak membebankan tanggung jawab secara berlebihan kepada si kakak yang baru berusia 3 tahun, seperti menyuruhnya membantu menyuapi sang adik lalu meninggalkannya atau menyuruhnya menggantikan popok sang adik. Karena ia belum cukup umur dan belum memahami apakah tindakannya benar atau salah.
3. Melatih kakak untuk sayang dengan melibatkan semua aktivitas sehari-hari bersama-sama dimana melibatkan si kakak dan si adik. Misalnya ketika makan, Moms menyuapi kakak, adik kecil ikut di sebelahnya sambil bercerita bahwa menu kakak hari ini adalah salah satu menu kesukaannya.
Dan kakak pun ikut berbincang dengan sang adik. Moms menemani kakak membuat PR dan adik sambil digendong oleh Moms atau diletakkan di sebelahnya. Tak ada salahnya juga ajak kakak untuk berceritakepada adik tentang bagaimana kegiatan di sekolahnya, bila si kakak sudah berusia sekolah.
4. Moms jangan langsung dengan mudah melabelkan si kakak dengan sebutan nakal atau tidak mengerti dengan si adik. Dengan si kakak bersikap terkadang sayang namun terkadang suka membuat menangis adiknya lebih dikarenakan dia belum tahu danmengerti tindakannya itu membuat orang lain merasa sakit. Dia belum tahu tindakan menyubit atau meremas tangan adiknya adalah berbahaya dan menyakiti.
5. Mintalah bantuan kepada suami atau pengasuh. Jangan sungkan untuk memintanya karena kakak memang harus tetap dinomorsatukan pada semua aktivitasnya. Dan bila tiba-tiba si adik memerlukan Moms, sedangkan Anda sedang membantu si kakak, mintalah bantuan kepada pengasuh atausuami untuk menangai adik. Sedangkan Moms tetap membantu si kakak. Dengan demikian kakak tidak akan merasa dinomorduakan.
6. Ketika Moms sedang bersamaadik, hindari membuat tindakan kakak merasa seperti diasingkan. Misalnya ketika Moms sedang ‘meninabobokan’ adik dan kakak berada di sebelahnya, janganlah Moms mengusirnya karena takut si kecil tertindih oleh kakak atau merasa takut kebisingan. Ajaklah kakak untukturut menemani adik dengan mengajaknya mengelus lembut bagian tangan atau kepala si adik. Dengan begitu ia merasa ikut kebersamaan antara Moms dan adik.
7. Tetap melakukan semua aktivitas yang sama seperti saat Moms belum melahirkan si adik. Misalnya, pagi hari Moms membuatkan roti isi dan susu untuk kakak serta mengantarkannya ke sekolah, maka hendaknya kegiatan ini terus dilakukan walau ada si adik bayi sehingga ia akan merasa kehadiran sang adik tidak merampas perhatian Moms dari dirinya.

Agar Kakak Sayang Adik

Meredam api cemburu kakak pada adik butuh kesabaran ekstra. Bila Moms tidak tepat menangani, kecemburuan bisa jadi makin menjadi.
Simak beberapa tip menumbuhkan rasa cinta kakak kepada adiknya, seperti dijelaskan Jovita Maria Ferliana,M.Psi dari Rumah Sakit Royal Taruma beriku ini:
1. Jangan pernah meninggalkan kakak dan adik tanpa pengawasan. Karena mungkin kakak tidak bermaksud jahat atau menyakiti adiknya. Bisa jadi sang kakak meniru, misalnya kakak sedang melihat Tom dan Jerry saling memukul dan sebagainya, lalu kakak melakukannya kepada si adik. Dan kakak masih belum tahu seberapa besar batas kekerasan terhadap si adik yang masih kecil. Sehingga, kakak belum tahu apakah tindakan tersebut berbahaya ataupun tidak terhadap adiknya.
2. Tidak membebankan tanggung jawab secara berlebihan kepada si kakak yang baru berusia 3 tahun, seperti menyuruhnya membantu menyuapi sang adik lalu meninggalkannya atau menyuruhnya menggantikan popok sang adik. Karena ia belum cukup umur dan belum memahami apakah tindakannya benar atau salah.
3. Melatih kakak untuk sayang dengan melibatkan semua aktivitas sehari-hari bersama-sama dimana melibatkan si kakak dan si adik. Misalnya ketika makan, Moms menyuapi kakak, adik kecil ikut di sebelahnya sambil bercerita bahwa menu kakak hari ini adalah salah satu menu kesukaannya.
Dan kakak pun ikut berbincang dengan sang adik. Moms menemani kakak membuat PR dan adik sambil digendong oleh Moms atau diletakkan di sebelahnya. Tak ada salahnya juga ajak kakak untuk berceritakepada adik tentang bagaimana kegiatan di sekolahnya, bila si kakak sudah berusia sekolah.
4. Moms jangan langsung dengan mudah melabelkan si kakak dengan sebutan nakal atau tidak mengerti dengan si adik. Dengan si kakak bersikap terkadang sayang namun terkadang suka membuat menangis adiknya lebih dikarenakan dia belum tahu danmengerti tindakannya itu membuat orang lain merasa sakit. Dia belum tahu tindakan menyubit atau meremas tangan adiknya adalah berbahaya dan menyakiti.
5. Mintalah bantuan kepada suami atau pengasuh. Jangan sungkan untuk memintanya karena kakak memang harus tetap dinomorsatukan pada semua aktivitasnya. Dan bila tiba-tiba si adik memerlukan Moms, sedangkan Anda sedang membantu si kakak, mintalah bantuan kepada pengasuh atausuami untuk menangai adik. Sedangkan Moms tetap membantu si kakak. Dengan demikian kakak tidak akan merasa dinomorduakan.
6. Ketika Moms sedang bersamaadik, hindari membuat tindakan kakak merasa seperti diasingkan. Misalnya ketika Moms sedang ‘meninabobokan’ adik dan kakak berada di sebelahnya, janganlah Moms mengusirnya karena takut si kecil tertindih oleh kakak atau merasa takut kebisingan. Ajaklah kakak untukturut menemani adik dengan mengajaknya mengelus lembut bagian tangan atau kepala si adik. Dengan begitu ia merasa ikut kebersamaan antara Moms dan adik.
7. Tetap melakukan semua aktivitas yang sama seperti saat Moms belum melahirkan si adik. Misalnya, pagi hari Moms membuatkan roti isi dan susu untuk kakak serta mengantarkannya ke sekolah, maka hendaknya kegiatan ini terus dilakukan walau ada si adik bayi sehingga ia akan merasa kehadiran sang adik tidak merampas perhatian Moms dari dirinya.

Agar Kakak Sayang Adik

Meredam api cemburu kakak pada adik butuh kesabaran ekstra. Bila Moms tidak tepat menangani, kecemburuan bisa jadi makin menjadi.
Simak beberapa tip menumbuhkan rasa cinta kakak kepada adiknya, seperti dijelaskan Jovita Maria Ferliana,M.Psi dari Rumah Sakit Royal Taruma beriku ini:
1. Jangan pernah meninggalkan kakak dan adik tanpa pengawasan. Karena mungkin kakak tidak bermaksud jahat atau menyakiti adiknya. Bisa jadi sang kakak meniru, misalnya kakak sedang melihat Tom dan Jerry saling memukul dan sebagainya, lalu kakak melakukannya kepada si adik. Dan kakak masih belum tahu seberapa besar batas kekerasan terhadap si adik yang masih kecil. Sehingga, kakak belum tahu apakah tindakan tersebut berbahaya ataupun tidak terhadap adiknya.
2. Tidak membebankan tanggung jawab secara berlebihan kepada si kakak yang baru berusia 3 tahun, seperti menyuruhnya membantu menyuapi sang adik lalu meninggalkannya atau menyuruhnya menggantikan popok sang adik. Karena ia belum cukup umur dan belum memahami apakah tindakannya benar atau salah.
3. Melatih kakak untuk sayang dengan melibatkan semua aktivitas sehari-hari bersama-sama dimana melibatkan si kakak dan si adik. Misalnya ketika makan, Moms menyuapi kakak, adik kecil ikut di sebelahnya sambil bercerita bahwa menu kakak hari ini adalah salah satu menu kesukaannya.
Dan kakak pun ikut berbincang dengan sang adik. Moms menemani kakak membuat PR dan adik sambil digendong oleh Moms atau diletakkan di sebelahnya. Tak ada salahnya juga ajak kakak untuk berceritakepada adik tentang bagaimana kegiatan di sekolahnya, bila si kakak sudah berusia sekolah.
4. Moms jangan langsung dengan mudah melabelkan si kakak dengan sebutan nakal atau tidak mengerti dengan si adik. Dengan si kakak bersikap terkadang sayang namun terkadang suka membuat menangis adiknya lebih dikarenakan dia belum tahu danmengerti tindakannya itu membuat orang lain merasa sakit. Dia belum tahu tindakan menyubit atau meremas tangan adiknya adalah berbahaya dan menyakiti.
5. Mintalah bantuan kepada suami atau pengasuh. Jangan sungkan untuk memintanya karena kakak memang harus tetap dinomorsatukan pada semua aktivitasnya. Dan bila tiba-tiba si adik memerlukan Moms, sedangkan Anda sedang membantu si kakak, mintalah bantuan kepada pengasuh atausuami untuk menangai adik. Sedangkan Moms tetap membantu si kakak. Dengan demikian kakak tidak akan merasa dinomorduakan.
6. Ketika Moms sedang bersamaadik, hindari membuat tindakan kakak merasa seperti diasingkan. Misalnya ketika Moms sedang ‘meninabobokan’ adik dan kakak berada di sebelahnya, janganlah Moms mengusirnya karena takut si kecil tertindih oleh kakak atau merasa takut kebisingan. Ajaklah kakak untukturut menemani adik dengan mengajaknya mengelus lembut bagian tangan atau kepala si adik. Dengan begitu ia merasa ikut kebersamaan antara Moms dan adik.
7. Tetap melakukan semua aktivitas yang sama seperti saat Moms belum melahirkan si adik. Misalnya, pagi hari Moms membuatkan roti isi dan susu untuk kakak serta mengantarkannya ke sekolah, maka hendaknya kegiatan ini terus dilakukan walau ada si adik bayi sehingga ia akan merasa kehadiran sang adik tidak merampas perhatian Moms dari dirinya.

Kamis, 20 Oktober 2011

Pilih-Pilih Jalur Homeschooling yang Tepat

HOMESCHOOLING adalah salah satu metode pendidikan yang kini banyak dipilih orangtua bagianaknya. Homeschooling yang berarti sekolah rumahan dikenaljuga dengan istilah sekolah mandiri atau home education atau home based learning .
Sebelum lebih jauh melihat fenomena homeschooling, ada baiknya istilah homeschooling ditelaah dan dimengerti terlebih dahulu secara proporsional. Pengertian homeschooling secaraumum adalah model pendidikan alternatif atau proses layanan pendidikan yang secara sadar, teratur, dan terarah. Homeschooling adalah pendidikan yang melibatkan orangtua, keluarga, dan lingkungan dalam penyelenggaraan dan proses pembelajarannya. Sehingga anak dapat mengembangkan potensi sesuai dengan kemampuannya.
Jadi, tidak semata-mata setiapanak bisa menjalankan pendidikan dengan cara homeschoolling. Sebagaimana sekolah umum, homeschooling memiliki kelebihan dan kekurangan. Lantas, bagaimanamemilih pola pendidikan homeschooling bagi anak? Di bawah ini beberapa tip yang Anda harus ketahui sebelum memilih metode homeschooling bagi anak.
Ketahui undang-undang tentang homeschooling
Setiap negara memiliki undang-undang tersendiri dalam menyelenggarakan homeschoolling. Sudah sepatutnya Anda memelajari undang-undang di Indonesia tentang homeschooling sebelum melaksanakan dan menerapkannya bagi anak Anda. Di beberapa kasus di negara lain seperti AS, ada beberapa petugas yang memasuki rumah Anda dan memeriksa kegiatan homeschooling dan apakah Andamengerti tentang homeschooling .
Pastikan Anda memiliki waktu untuk menemani si buah hati
Sebenarnya homeschooling tidaklah terlalu sulit. Namun, Anda harus menyiapkan waktu lebih buat buah hati Anda.
Ketahui pilihan Anda
Ada banyak pilihan yang tersedia untuk program homeschooling. Pilihan yang bisa Anda temukan seperti membuat sendiri kurikulum anak Anda, bergabung dengan kelompok pendukung homeschooling
di sekitar daerah Anda, atau biarkan anak-anak Anda sendiri memilih mengikuti kelas-kelas umum secara online.
Pastikan Anda sudah siap
Anda harus memersiapkan banyak hal sebelum melakukan homeschooling . Beberapa hal yang benar-benar sulit adalah,orang-orang yang tidak pahamdengan metode honeschooling . Hal Ini membuat Anda harus memberikan pemahaman kepada mereka mengenai pilihanAnda untuk homeschooling.
Anda harus menyimpan beberapa catatan anak Anda
Pahamilah bahwa homeschooling tidak sama dengan sekolah regular. Anda harus menyimpan sendiri catatan nilai anak Anda. Misalnya, absensi hadir, contoh karya anak Anda yang paling baik, nilai-nilai tes, dan juga salinan dari kurikulum yang diikuti anak Anda.
Setelah mengetahui beberapa tip di atas, Anda dapat menggali informasi lebih dalam mengenai metode sekolah rumahan yang tepat untuk anakAnda. Terkait sekolah rumahan, ada beberapa metode yang bisa Anda kenali dalam penerapan homeschooling buat buah hati Anda :
Metode homeschooling klasik
Tahap pertama dari metode ini dimulai ketika siswa memelajari cara belajar dan mengasah kemampuan untuk mengingat banyak hal. Tahap selanjutnya, sudah ada sambungan yang mulai tercipta dari fakta-fakta yang sudah dipelajari. Tahap ketiga, ketika siswa sudah bisa menggunakan sambungan dari fakta-fakta, bisa merumuskan dan mengartikulasikan fakta tersebut dengan pendapatnya sendiri. Metode ini baik digunakan jika Anda terstruktur,memiliki keinginan untuk mengavaluasi cara belajar anak berdasarkan standar akademik, melihat nilai dari pendidikan yang menampatkan keutamaan pada kata-kata dalam membaca dan menulis dan ingin berkonsentrasi pada sastra klasik barat sebagai alatuntuk mengembangkan pemikiran kritis.
Metode Charlotte Mason
Charlotte Mason adalah seorang pendidik Inggris yang metode pangajarannya menggunakan metode yang unik.Banyak homeschoolers menggunakan metode tersebut untuk mengajar putra-putrinya.Kenapa? Pelajarannya relatif singkat memungkinkan si anak membuat narasi (dalam bentuk tulisan maupun lisan tergantung pada usia anak). Selain itu, metode Charlotte Mason memilikiujian (ujian dilakukan mengambilteori yang sudah dipelajari selama 12 pekan) dengan memelajari gambar, musik, peta, dan berbagai subjek pelajaran lainnya.
Metode berbasis komputer
Metode homeschooling menggunakan komputer menjadilebih populer. Ada peningkatan varietas bagaimana siswa menggunakan komputer sebagaisarana homeschooling mereka. Selain itu, bisa juga mengambil kelas gratis secara online. Jadi, anak dibebaskan untuk memilih yang ia suka. Beberapa keuntungan menggunakan homeschooling berbasis komputer adalah tidak terikat ruang dan waktu, kemudahan informasi.
Metode Elektrik
Seperti namanya, dalam metodeini orangtua cenderung menggunakannya berbagai metode homeschooling yang tergantung pada kebutuhan anak. Daripada terhambat dengan satu filosofi atau satu metode, lebih baik mengambil sedikit dari berbagai metode. Namun, metode ini bersifat umum dan baik dilaksanakan jika Anda tidak berkeberatan untuk mencari materi pendidikanyang sesuai dengan minat anak Anda. Dan setidaknya, Anda memiliki anak yang fleksibel dalam mengajar.
Metode “textbook” atau sekolah tradisional
Metode homeschooling berbasis model pada ide tradisional dari sebuah sekolah dengan menggunakan workbook atau buku pelajaran baik dilaksanakan jika Anda ingin anak Anda belajar materi yang sama dengan yang diajarkan disekolah. Anak Anda juga akan mempunyai kemampuan menjawab soal dengan baik. Metode ini memiliki ide yang pasti tentang konten apa saja yang ingin anak Anda pelajari.
Metode “independent” atau belajar sendiri
Di dalam metode homeschooling independent , orangtua membantu anak untuk belajar. Kemudian secara bertahap, anak akan menggunakan alat-alat membaca, menulis, dan mempelajari aritmatika sendirian. Orangtua tidak hadir untuk mengajar, tetapi lebih untuk membantu anak dalam proses mengambangkan keyakinan agar anak bisa belajar sendiri. Metode ini bisa berhasil jika Anda ingin anak mengembangkan kemampuan untuk belajar sendiri.

5 Kiat Dongkrak Nilai Akademik Anak

NILAI akademik tentu bukan satu-satunya standar kecerdasan anak. Namun bila nilai di sekolah si kecil tiba-tiba jelek, Anda patut mencari tahu penyebabnya.
Simak kiat membuat nilai akademik si kecil kembali bagus,seperti dipaparkan Fabiola Priscilla Setiawan, M.Psi. dari Fakultas Psikologi Universitas Atmajaya, Jakarta berikut ini:
1. Agar nilai anak sesuai dengankemampuannya (baik di rumah, di tempat les dan di sekolah), orangtua perlu memiliki hubungan yang hangat dengan anak dan mampu menerima anak apa adanya. Hubungan hangat terjalin melalui proses, yaitu sejak anak berusia sedini mungkin.
Ciptakan keleluasaan dan kenyamanan pada diri anak sehingga anak dapat nyaman membicarakan apapun termasuk situasi di sekolah yangmungkin dapat membuatnya merasa tertekan dan mengakibatkan nilainya jelek.
2. Tanamkan rasa penghargaanterhadap diri anak, sehingga anak percaya terhadap kemampuannya di manapun dia berada. Dengan rasa percaya diri yang besar, diharapkan anak dapat tetap menunjukkan kemampuannya di rumah sama seperti di sekolah.
3. Hindari pemberian tuntutan terlalu tinggi atau terlalu rendahdibandingkan dengan kemampuan anak. Ajak anak berdiskusi untuk mendapatkan target prestasi sekolah yang realistik. Target yang tidak sesuai dengan kemampuan dan kemauan anak dapat membuat anak merasa tertekan atau tidak terpacu sehingga ia dapatmenunjukkan sikap ‘protes’, tidak peduli, atau justru takut untuk menghadapi ulangan karena dihadapkan pada kemungkinan mendapatkan soal yang sulit.
4. Jalin hubungan yang baik dengan guru, dan teman-temananak sehingga orangtua mengetahui apa yang terjadi pada anak di lingkungan sekolah. Misalnya, guru yang dia takuti atau segani, teman yang baik atau teman yang sedang bermasalah dengan anak, dan sebagainya.
5. Ajarkan anak untuk dapat memecahkan masalah sehari-hari. Misalnya orangtua dapat berbagi pengalaman, menceritakan contoh pemecahanmasalah, mengajak anak berdiskusi dan memberikan berbagai alternatif solusi, dan sebagainya. Kemampuan anak untuk memecahkan masalah dapat membantu anak ketika ia menghadapi ujian atau ulangan sekolah sehingga mampu meraihnilai yang optimal sesuai dengankemampuannya.

7 Jurus Jitu Atasi Masalah Rumah Tangga

“ RIBUT kecil itu biasa! Tiap pasangan pasti pernah mengalaminya!” pernyataan ini kerap kita dengar dalam keseharian. Mustahil memang jika kehidupanrumah tangga tak pernah diwarnai perbedaan pendapat.
Meski terdengar ‘kecil’ atau masalah sepele, jangan dianggap remeh loh ! Moms and Dads bisa menyimak 7 sumber konflik plus solusinya berikut ini:
Penghasilan
Penghasilan bisa mencakup penghasilan suami dan istri ataupenghasilan tunggal jika hanya satu pihak yang bekerja. Sebaiknya sebelum menikah, pasangan sudah membicarakanbagaimana mereka akan mengelola keuangan rumah tangga.
Misalnya, penghasilan suami yang tidak diketahui secara transparan oleh istri sehingga istri kesulitan mengelolanya dan timbul konflik. Bisa juga terjadi penghasilan istri lebih besar darisuami dan suami tidak bisa menerima hal tersebut. Pengaturan keuangan harus disepakati bersama.
Solusi: Komunikasikan secara terbuka jumlah penghasilan yang diperoleh, lalu buatlah kesepakatan mengenai pengelolaannya.
Anak-anak
Bila suami dan istri menerapkan pola asuh berbeda pada anak, bisa muncul masalah. Selain itu, anak-anak dilanda kebingungan, harus menuruti Moms or Dads. Pola asuh yang diterapkan yaitu bagaimana mengajarkan anak untuk disiplin, mandiri, termasuk membelikan barang atau hadiahbagi anak.
Solusi: mendiskusikan secara terbuka mengenai cara-cara mendidik anak yang disepakati bersama sehingga anak dapat dididik secara konsisten dan menghilangkan konflik yang ada.
Kehadiran anak yang menyita waktu serta perhatian kerap membuat Moms and Dads. kehilangan waktu berdua atau lupa bahwa mereka juga membutuhkan waktu berdua. Jadi, pandai-pandailah memelihara kemesraan di tengah kesibukan membesarkananak.
Kehadiran Pihak Lain
Kehadiran pihak lain bisa jadi pemicu masalah, misal orangtua,mertua, kakak-adik ipar, sepupu dan lain-lain. Solusi: keterbukaan itu mutlak. Sebelum Moms and Dads memberi bantuan, baik ke pihak istri atausuami, sebaiknya terlebih dulu dibicarakan, berapa dana yangakan dikeluarkan, dan siapa saja yang bisa dibantu. Dan ini harus didasari kesepakatan bersama.
Hubungan Intim
Hubungan intim termasuk aspek penting dalam rumah tangga. Inisebagai pernyataan keintiman dan kasih sayang. Namun jika suami atau istri merasa tidak terpenuhi kebutuhannya bisa jadi masalah.
Solusi: cobalah mengomunikasikan apa yang mengganjal dalam hubungan intim Anda. Sampaikan pada pasangan apa yang dirasakan. Jangan ragu atau malu untuk mengungkapkannya. Jika perlu, berkonsultasilah dengan ahli.
Keyakinan
Perbedaan keyakinan tentu sudah dipahami sejak sebelum menikah. Toleransi dan komitmenuntuk menjalankan keyakinan masing-masing perlu selalu dijaga. Konflik bisa muncul jika kedua hal tersebut dilupakan. Begitu pula menyangkut keyakinan anak-anak.
Solusi: ingat kembali komitmen sebelum menikah, bagaimana masing-masing akan menjalani keyakinannya. Kondisi di atas akan menjadi konflik yang berkepanjangan bila masing-masing pihak tidak memiliki toleransi. Tetaplah saling menghargai!
Apabila akhirnya Anda atau pasangan sepakat untuk memilihsatu keyakinan saja, sebaiknya bukan karena unsur paksaan.
Ragam Perbedaan
Walaupun sebelum menikah ragam perbedaan sudah diketahui oleh pasangan, namun setelah menikah dan hidup bersama, ada hal-hal yang baru diketahui masing-masing pihak. Mulai dari hobi, kebiasaIan dan lainnya. Konflik dapat muncul bila masing-masing menilai bahwa dirinya lebih baik, caranya lebih baik, kebiasaannya lebih baik.
Solusi: berkompromi dan selalu ingat bahwa perbedaan pasti ada. Kompromi untuk menerima perbedaan masing-masing. Misalnya menyalurkan hobi. Aturlah bagaimana hobi yang berbeda dapat dihargai, misalnya sesekali ikut dalam kegiatan pasangan atau beri kesempatan pasangan melakukan hobinya tanpa diganggu.
Komunikasi Sangat Terbatas
Keterbatasan komunikasi karena kesibukan bisa menciptakan konflik, yaitu pasangan merasa dirinya tidak dilibatkan atau tidak diperhatikan. Solusi: dengan berbagai cara, termasuk kecanggihan teknologi, Anda dan pasangan dapat memanfaatkan teknologi sebaik-baiknya. Misal setiap jam makan siang saling menelepon untuk menanyakan aktivitas masing-masing. Atau berkomitmen setiap malam sebelum tidur untuk menceritakan satu hal yang berkesan di hari itu.