PELAYANAN KB yang dilaksanakan di Tanjung Batu, Belitung, menggunakan KRI dr. Soeharso 99 oleh BKKBN dan TNImenarik minat masyarakat Belitung. Terbukti, dua orang nenek melakukannya.
Terlihat antusiasme masyarakatyang mendatangi dermaga Tanjung Batu meski jarak dari rumah mereka sangat jauh. Seperti halnya dua orang peserta KB dari Tanjung Pandan, Yulia (45) dan Siti Mariani (39). Keduanya mengaku sudah mendapatkan izin dari suami untuk melakukan MOW atau tubektomi.
Jarak antara Tanjung Pandan menuju Tanjung Batu menempuhperjalanan sekira 45 menit menggunakan kendaraan roda empat. Sulitnya transportasi ini merupakan salah satu kendala yang dialami peserta.
Beruntung, pihak BKKBN melakukan sistem ”jemput bola”. Para peserta KB dijemput dari daerahnya masing–masing menggunakan kendaraan ambulan.
Yulia, warga Tanjung Pandan dijemput menggunakan ambulanbersama Siti, keduanya merupakan tetangga yang barukali ini melakukan WOM. Ketika ditanya mengapa baru melakukan tubektomi, Yulia yangmerupakan nenek satu cucu ini mengatakan, selama ini suaminya tidak mengizinkannya melakukan KB karena takut.
”Saya baru dapat izin dari suami untuk KB, itupun setelah saya melahirkan bayi kembar. Dia sudah tidak mau punya anak lagi,” ujar ibu beranak enam ini, saat menunggu operasi tubektomi.
Lain halnya dengan Siti, ibu beranak lima ini baru berminat ikut KB hanya karena ajakan temannya, Yulia. Dia mengaku selama ini enggan ber-KB karena memang sang suami tidak menyuruhnya.
Pantauan okezone di lokasi terlihat para ibu menunggu di selasar atau lorong dek kapal. Usia 10 peserta WOM berkisar 39-45 tahun, dengan jumlah anak rata-rata 3-6 anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar